Pada posting sebelumnya Desain Web Sederhana dengan HTML Part 1 kita sudah bahas langkah Desain Website dengan HTML.
Pelajari selanjutnya Desain Web Sederhana dengan HTML Part 2
Sebuah website inspiratif untuk menambah ilmu pengetahuan dalam bidang akademik khususnya terkait dengan ilmu komputer
Rabu, 02 Mei 2018
Desain Web Sederhana dengan HTML Part 1
Kali ini kita akan mencoba Merancang Website Sederhana dengan HTML
Sebagai pengantar kita tentunya harus memahami terlebih dahulu tag-tag HTML yang menjadi dasar kita nantinya untuk membuat website. beberapa point HTML yang dasar yang perlu kita pahami diantaranya adalah :
Dalam mendesain website ada beberapa langkah yang perlu kita persiapkan diantaranya :
Sebagai pengantar kita tentunya harus memahami terlebih dahulu tag-tag HTML yang menjadi dasar kita nantinya untuk membuat website. beberapa point HTML yang dasar yang perlu kita pahami diantaranya adalah :
- Tag pengaturan Font, background, warna, dll
- Tag memuat gambar
- Tag untuk penjudulan (heading)
- Tag untuk membuat list
- Tag untuk membuat Form
- Tag untuk membuat Frame
- dll
Pada kesempatan kali ini kita akan mendesain website HTML dengan menggunakan teknik Frame dimana 1 (satu) halaman HTML kita bagi menjadi beberapa bagian dimana jika 1 (satu) bagian berubah yang lain bisa jadi tetap.
Dalam mendesain website ada beberapa langkah yang perlu kita persiapkan diantaranya :
- Membuat sketsa website
- Persiapan file
- Proses Desain..
Berikut langkah detail Mendesain Website HTML Part 1
Ikuti juga kelanjutannya di Mendesain website HTML Part 2
Ikuti juga kelanjutannya di Mendesain website HTML Part 2
Minggu, 28 Februari 2016
TUGAS KCB 1 (Masalah, Ruang Masalah, dan Pencarian)
Tugas 1 : KCB
Ketentuan :
1. Dikerjakan masing-masing individu pada kertas HVS A4
2. Tugas dikumpulkan pada pertemuan yang akan datang
3. Download kelengkapan materi Masalah, Ruang Keadaaan dan Pencarian
3. Download kelengkapan materi Masalah, Ruang Keadaaan dan Pencarian
Soal :
1. Ubahlah Graph di samping ini ke dalam pohon pelacakan
2. Terdapat 2 buah teko masing-masing berkapasitas 4 Liter (Teko A) dan 3 Liter (Teko B). Tidak ada tanda yang menunjukkan batas ukuran pada kedua teko tersebut.Ada sebuah pompa air yang akan digunakan untuk mengisi air ke kedua teko tersebut. Permasalahannya adalah bagaimana kita mengisikan tepat 2 Liter air ke dalam salah satu teko yang ada?
Ilustrasi soal :
Selasa, 23 Februari 2016
SILABUS KECERDASAN BUATAN
Matakuliah Kecerdasan Buatan (KCB) atau lebih dikenal dengan istilah Artificial Intelligent merupakan mata kuliah wajib pada disiplin ilmu komputer. Pada mata kuliah ini akan dibahas tentang pengenalan Kecerdasan Buatan (KB), Masalah, Ruang masalah dan metode penyelesaian masalah, Representasi pengetahuan, Sistem Pakar (Expert System), Konsep Probabilistic Reasoning, Logika Fuzzy dan Jaringan Syaraf Tiruan (Neural Network)
DOWNLOAD SILABUS KECERDASAN BUATAN (KCB) DI SINI
Jumat, 22 Januari 2016
Pengantar Kecerdasan Buatan (KCB)
Download Materi Lengkap Pengenalan Kecerdasan Buatan
Manusia mempunyai kapasitas mental dan pikiran yang sangat penting dalam kehidupannya. Bidang kecerdasan buataan berusaha untuk memahami entitas-entitas cerdas. Satu alasan kenapa mempelajarinya adalah untuk lebih memahami diri kita sendiri. Tetapi tidak seperti filosofi dan psikologi, yang juga berhubungan dengan kecerdasan, AI berusaha membangun entitas-entitas cerdas sesuai dengan pemahaman
manusia. Alasan lain mengapa mempelajari AI adalah bahwa entitas-entitas cerdas yang dibangun ini menarik dan berguna dalam kebenarannya sendiri. AI telah menghasilkan banyak produk yang berarti dan mengesankan bahkan pada tahap awal perkembangannya. Walaupun tidak seorangpun dapat memprediksi masa depannya secara detail, tetapi jelas bahwa komputer-komputer dengan kecerdasan setingkat
manusia akan mempunyai pengaruh yang sangat besar pada kehidupuan kita dan pada sebagian dari peradaban masa depan.
Manusia mempunyai kapasitas mental dan pikiran yang sangat penting dalam kehidupannya. Bidang kecerdasan buataan berusaha untuk memahami entitas-entitas cerdas. Satu alasan kenapa mempelajarinya adalah untuk lebih memahami diri kita sendiri. Tetapi tidak seperti filosofi dan psikologi, yang juga berhubungan dengan kecerdasan, AI berusaha membangun entitas-entitas cerdas sesuai dengan pemahaman
manusia. Alasan lain mengapa mempelajari AI adalah bahwa entitas-entitas cerdas yang dibangun ini menarik dan berguna dalam kebenarannya sendiri. AI telah menghasilkan banyak produk yang berarti dan mengesankan bahkan pada tahap awal perkembangannya. Walaupun tidak seorangpun dapat memprediksi masa depannya secara detail, tetapi jelas bahwa komputer-komputer dengan kecerdasan setingkat
manusia akan mempunyai pengaruh yang sangat besar pada kehidupuan kita dan pada sebagian dari peradaban masa depan.
Perkembangan perangkat keras (hardware) saat ini sudah berada pada tingkat yang sangat tinggi. Perkembangan teknologi komputer yang kini masih ditunggu adalah dibuatnya komputer tanpa kawat (wireless computer). Dalam wireless computer data ditransfer sepenuhnya melalui berkas cahaya (light beams) yang dapat saling berpotongan tanpa terjadinya interferensi. Saat ini orang sudah mampu membuat processor yang sepenuhnya optikal. Suatu komputer optikal dalam bentuk awal (rudimentary), yang
mampu mengerjakan matematika sederhana telah berhasil dibuat oleh para peneliti dari University of Colorado [CAR93]. Suatu komputer optikal yang beroperasi dengan kecepatan cahaya dan kemampuan komunikasi melalui ribuan jalur dalam serat optik akan meningkatkan kemampuan komputer yang luar biasa. Komputer yang demikian merupakan impian dan dambaan para peneliti. Namun dana yang sangat besar untuk pengembangan alat tersebut, saat ini, masih merupakan ganjalan utama dalam realisasinya. Suatu usaha yang realistis saat ini adalah mengembangkan komputer hibrida dengan mengkombinasikan teknologi elektronik dengan teknologi fotonik, yaitu dengan mengembangkan hubungan optik antara berbagai electronic processor, memory units, dan communication ports. Hal ini akan memberikan transfer data yang cepat dan sekaligus menghindarkan terjadinya wiring bottle necks yang banyak terjadi pada
komputer elektronik saat ini. Banyak lagi yang diharapkan datang dari teknologi optoelektronik, namun yang sudah jelas dalam teknologi tersebut adalah perubahan radikal dalam cara memproses informasi. Unit informasi dalam komputer optik tidak lagi bit-bit seperti pada komputer elektronik, tetapi suatu image yang berisi miliaran bit.
mampu mengerjakan matematika sederhana telah berhasil dibuat oleh para peneliti dari University of Colorado [CAR93]. Suatu komputer optikal yang beroperasi dengan kecepatan cahaya dan kemampuan komunikasi melalui ribuan jalur dalam serat optik akan meningkatkan kemampuan komputer yang luar biasa. Komputer yang demikian merupakan impian dan dambaan para peneliti. Namun dana yang sangat besar untuk pengembangan alat tersebut, saat ini, masih merupakan ganjalan utama dalam realisasinya. Suatu usaha yang realistis saat ini adalah mengembangkan komputer hibrida dengan mengkombinasikan teknologi elektronik dengan teknologi fotonik, yaitu dengan mengembangkan hubungan optik antara berbagai electronic processor, memory units, dan communication ports. Hal ini akan memberikan transfer data yang cepat dan sekaligus menghindarkan terjadinya wiring bottle necks yang banyak terjadi pada
komputer elektronik saat ini. Banyak lagi yang diharapkan datang dari teknologi optoelektronik, namun yang sudah jelas dalam teknologi tersebut adalah perubahan radikal dalam cara memproses informasi. Unit informasi dalam komputer optik tidak lagi bit-bit seperti pada komputer elektronik, tetapi suatu image yang berisi miliaran bit.
Prosesor optik dapat menumpuk dua buah image dan dapat segera, dengan sangat cepat, mengenali perbedaannya. Hal ini penting dalam pengenalan pola dan bila dikombinasikan dengan lensa dapat berfungsi sebagai mata. Melihat perkembangan perangkat keras komputer yang sangat pesat, maka muncullah
pertanyaan: “Masih perlukan kita mempelajari intelijensia buatan?”. Saat ini, kita merasa masih perlu karena komputer teknologi fotonik yang diharapkan masih jauh dari rencana fabrikasi dan tentu saja harganya sangat tinggi. Sedangkan, saat ini, yang kita butuhkan adalah sistem berintelijensia dengan resource dan harga yang murah.
pertanyaan: “Masih perlukan kita mempelajari intelijensia buatan?”. Saat ini, kita merasa masih perlu karena komputer teknologi fotonik yang diharapkan masih jauh dari rencana fabrikasi dan tentu saja harganya sangat tinggi. Sedangkan, saat ini, yang kita butuhkan adalah sistem berintelijensia dengan resource dan harga yang murah.
Selanjutnya marilah kita pelajari materi-materi dan konsep terkait dengan kecerdasan buatan yang diharapkan mampu membantu manusia dalam merepresentasikan pengetahuan-pengetahuan yang dimilikinya.
Langganan:
Postingan (Atom)

